Antara TV Kepri - Nurdin Minta Pisahkan Masalah Hukum Dan Pelayanan Masyarakat

Akibat konflik perusahaan pelayaran yang mengisi slot pelayaran Karimun Kukup yang selama ini belum selesai, mengakibatkan terlantarnya penumpang tujuan dari dan ke kukup Malaysia, Tanjung Balai Karimun, baik di pelabuhan Kukup juga di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun, banyak penumpang yang menunggu hingga 3 hari untuk dapat berlayar,hal itu membuat gubernur Kepri Nurdin Basirun meradang. Ketika di tanya oleh awak media usai menghadiri acara Peresmian Asrama Putri Pondok Pesantren Arraudhah Karimun, Sabtu 23 Februari 2019.

Menurut salah seorang penumpang, Sukman Hariwijaya, yang akan melakukan perjalanan menuju Malaysia via Kukup, telah menunggu selama 3 hari untuk mendapatkan giliran berlayar, itupun baru dapat tiket setelah bolak balik kepelabuhan untuk memastikan kapan ada pelayaran menuju Kukup.
Menurut Sukman, dirinya sangat merasa terganggu dengan kurangnya slot pelayaran dari Kukup ke Karimun maupun sebaliknya, karena menghambat pekerjaanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun emosi mendengar banyaknya penumpang yang terhambat untuk melakukan perjalanan, ke dan dari Malaysia, sehingga terjadi penumpukan, menurutnya itu bisa menghambat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimun.

Nurdin juga menegaskan agar kepala KSOP Tanjung Balai Karimun segera menyelesaikan persoalan ini, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik, nurdin bahkan dengan nada emosi mengancam untuk memindahkan kepala KSOP jika tidak mampu mengatasi masalah yang sedang terjadi .
Menurutnya KSOP harus dapat memisahkan persoalan hukum dengan pelayanan untuk masyarakat.

Share this article

Tinggalkan Komentar

Formulir Komentar

Berlangganan

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…