Antara TV Kepri - Di Gugat Ke Petun PT. SJA Tetap Melakukan Kegiatan Skrap
JoomlaLock.com All4Share.net

Sungguh miris, seorang pekerja skrap di perusahaan pemotongan kapal berinisial,  EL  38 tahun, harus mengalami luka parah di bagian lututnya akibat kecelakaan kerja di perusahaan tempatnya bekerja yaitu PT. Sanria Jaya Abadi di kompleks industri PT. Timah di Sikumbang Perayun, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Sabtu 17 November 2018.

Kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa EL, akibat terjepit diantara  balet tabung oksigen ini nyaris tidak diketahui pihak kepolisian, karena saat peristiwa itu terjadi,  pihak perusahaan langsung membawa korban ke RSUD Muhammad Sani, namun belum sehari korban di bawa kembali kerumahnya di desa Gemuruh dusun 3 RW 05 Kecamatan Kundur Barat dan menjalani pengobatan sinshe.

Dan saat awak media mendatangi rumah korban, korban dan keluarganya mengusir wartawan dari rumahnya.

Menurut kepala bagian SDM PT. Timah kundur, Yosi, PT. SJA adalah pemenang lelang, yang memang di berikan izin untuk melakukan pengerjaan oleh divisi aset , tetapi dengan syarat tidak membawa keluar, hal itu dilakukan karena  PT. SJA melakukan somasi kepada PT. Timah, sehingga di izinkan melakukan pekerjaan, meski masih dalam status sengketa di pengadilan tata usaha negara.

Yosi juga menyampaikan bahwa  segala peristiwa yang timbul dari pekerjaan yang di lakukan PT. SJA, menjadi tanggung jawab mereka, sesuai dengan surat perjanjian.

Sementara itu,  managemen PT. Sanria, Osin Aritonang juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pihaknya melakukan pengerjaan karena telah mengantongi risalah lelang yang di berikan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (kpknl) dan pihaknya juga telah membayar sisa uang lelang, sehingga pihaknya merasa memiliki hak untuk melakukan pengerjaan, disamping KPKNL tidak pernah menyurati pihaknya mengenai adanya gugatan di petun oleh pihak ke 3.

Ketika di tanyai mengenai laka kerja yang dialami karyawannya, Aritonang, menceritakan kronologis kejadiannya, dan dengan enteng mengatakan itu bukan hal yang besar, dan keluarga korban juga menerimanya, maka masalah ini tidak perlu di ketahui pihak kepolisian.

Selain persoalan laka kerja, PT. SJA ternyata sedang menghadapi gugatan dari masyarakat Kundur Barat, ke Pengadilan Tata Usaha Negara (petun), yang di lakukan oleh seorang ibu bernama Mella Prayunikha.

Menurut Mella, pihaknya merasa bahwa proses lelang yang di lakukan PT. Timah melalui KPKNL, ter indikasi ada kecurangan, meski dirinya tidak dapat memastikan kecurangannya, namun melihat proses lelang, dimana pemenang lelang memberi penawaran 12 milyar sementara penawaran perusahaan yang kalah mencapai 14 milyar rupiah.

Share this article

Tinggalkan Komentar

Formulir Komentar

Berlangganan

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…