Antara TV Kepri - Di Duga Pegawai BPN Rekayasa Batas Tanah Warga
JoomlaLock.com All4Share.net

Nasib Rindu Pasaribu, seorang warga yang memegang sertipikat nomor 183, hingga saat ini masih tidak menetu, hal itu terjadi akibat adanya oknum pegawai BPN berinisial YDT, telah melakukan pengukuran ulang diatas lahan miliknya, sementara saat melakukan pengukuran YDT mengabaikan patok BPN yang asli dengan menggeser posisi ukur sekitar 31,12 meter dari posisi patok BPN yang asli .

Akibat dari adanya pengukuran ulang yang penuh dengan rekayasa tersebut, beberapa kapling tanah yang berada didalam sertipikat 183, menjadi berubah dan berkurang dari ukuran aslinya saat di beli,   bahkan ada yang tersisa kurang dari separuhnya , sementara pemilik kaplingan mengaku,  dari awal mereka membeli lahan tersebut,  diatas sertipikat nomor 183.

Menurut Rindu Pasaribu, perubahan ukuran  beberapa kapling tanah diatas sertipikat 183 berawal dari akte hibah yang diterbitkan oleh Soekiato alias Tjeng Kiat diatas tanah dengan nomor sertipikat 372 yang merupakan induk dari sertipikat 183, seluas 8000 m2, sementara pihak keluarga pemilik lahan merasa tidak pernah mengeluarkan akte hibah sesuai pengakuan Tjeng Kiat, dan ada indikasi permainan ini dilakukan para oknum untuk menyelamatkan tanah 8000 m2 yang di beli Pemda Karimun seharga Rp.1.040.000.000,-  pada 18 Desember tahun 2000 dan  sampai saat ini tidak di ketahui rimbanya.

Sementara itu, Silaen, salah seorang warga yang membeli tanah di atas sertipikat 183 itu juga merasa heran, kenapa BPN Karimun memaksakan diri untuk melakukan pengukuran dan gambar ulang lokasi dengan mengabaikan patok asli BPN, yang berakibat pada hilangnya lebih dari separuh tanah miliknya dan membelah 3 ruko yang ada diatas tanah tersebut.

Menurut nya,  masalah ini diduga sangat kental dengan permainan yang dilakukan pihak BPN untuk merekayasa tanah milik Ibu Rindu Pasaribu.

Anehnya, selama ini pajak tanah yang di tempati berdirinya RSUD Karimun yang membayar pajaknya adalah Ibu Rindu Pasaribu, dan telah menunggak pajak sejak tahun 2010, senilai hampir 19 juta rupiah.

 

Share this article

Tinggalkan Komentar

Formulir Komentar

Berlangganan

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…