Antara TV Kepri - 90 KK Masyarakat Seberas Belum Dapat Penerangan
JoomlaLock.com All4Share.net

Inilah kampung dusun III Seberas Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, yang belum mendapatkan penerangan listrik sampai saat ini. Meski usia Kabupaten Karimun sudah memasuki 18 tahun, namun 90 kepala keluarga di Kampung ini masih mengandalkan lampu colok untuk menerangi rumah mereka dimalam hari, kecuali beberapa rumah saja yang telah di aliri listrik itupun numpang dari kampung sebelah dengan menarik kabel hampir 500 meter untuk menjangkau rumah mereka.

Dengan Penduduk berjumlah 300 jiwa, Dusun III Seberas ini bak kampung mati, saat siang, penduduk kampung sepi karena mereka rata-rata berprofesi sebagai nelayan, dan malam harinya kampung ini akan nampak lebih sepi, karena rumah penduduk nampak gelap, dan hanya diterangi oleh lampu pelita tau lampu colok.

Dengan kondisi Kampung yang begitu sederhana, Penduduk hanya berharap kepada Pemerintah, agar memberikan sedikit perhatian kepada mereka, bahkan banyak janji- janji politik selama ini mereka terima, namun tak satupun terwujud.

Belum lagi kondisi rumah mereka yang merupakan rumah hasil dari proyek Seberas, yang dibangun Pemerintah pada tahun 2005 silam ini, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan beberapa unit nyaris rubuh.

Ditengah sempitnya kehidupan dikampung nelayan ini, Masyarakat masih bisa tersenyum, meski hati mereka sebenarnya sangat susah, disana ada berdiri tiang listrik, ada mesin diesel, namun semuanya hanya bagaikan hiasan belaka, yang tidak dapat memberikan manfaat bagi mereka.

Sebagaimana keluhan Ketua Dewan Perwakilan Desa (DPD) penarah, Hendri, keluhan Masyarakt disini adalah api (listrik). Perumahan, air bersih dan pelabuhan, Masyarakat juga berharap agar Pemerintah Daerah dapat menghibahkan lokasi perumahan tersebut, agar dapat  mereka rehab rumah yang sekarang ditempatinya.

Sementara itu, Kordinator PLTD Desa Penarah, Anwar mengatakan, kapasitas mesin yang berada dibawah pengawasannya, KVA nya masih sangat jauh dari cukup, melihat keadaan itu pihaknya juga berharap ada penambahan sekitar 100 KVA untuk dapat melayani masyarakat penarah secara maksimal.

Masyarakat kampung ini adalah masyarakat nelayan yang masih sangat jauh dari kata sejahtera, dan selain keluhan mengenai perumahan, listrik dan air, masyarakt dusun ini juga berharap agar pemerintah dapat membangun pelabuhan di lokasi tersebut, sehingga ferry besar dapat bersandar.

Tagar:
Share this article

Tinggalkan Komentar

Formulir Komentar

Berlangganan

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…