Antara TV Kepri - Mengenalkan Permainan Tradisional Kepada Pelajar Singapura

Pemahaman melalui program pertukaran antar budaya yang didukung kerjasama global bisa menjadi salah satu cara untuk menciptakan perdamaian dunia. Seperti halnya yang dilakukan smp kartini batam bersama Hua Yi Secondary School Of Singapore pada Kamis 28 Februari di Kota Batam Kepulauan Riau. Dimana pelajar antar dua negara ini saling bertukar budaya permainan tradisional yang dimiliki masing-masing negara.

Menurut kepala SMP Kartini Batam, Syafruddin, upaya mengenalkan serta melestarikan permainan tradisional tak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Para pelaku pada dunia pendidikan pun harus menjadi promoter dalam mengenalkannya hingga ke negeri tetangga. Terlebih letak geografis kota Batam yang langsung berbatasan dengan negara Singapura.
Lebih lanjut syafruddin mengatakan, adapun permainan tradisional yang diperkenalkan kepada ratusan pelajar singapura ini antara lain seperti bakiak, balap karung, tarik tambang, serta congklak. Permainan tradisional ini kata dia seiring perkembangan waktu pun mulai dilupakan, sehingga dengan adanya program pertukaran budaya pelajar tersebut, permainan tradisional yang mulai redup itu kembali diperkenalkan pada taraf internasional.

Sementara itu, bagi salah satu pelajar SMP Kartini Batam, pertukaran budaya antara Indonesia dan Singapura sangat bermanfaat. Sebab selain bisa memperkenalkan budaya permainan tradisional Indonesia, ia pun dapat lebih mengenal budaya permainan tradisional dari negara Singapura tersebut.

Dengan adanya sinergi melestarikan budaya permainan tradisional, diharapkan dapat mengangkat kembali permainan anak nusantara dan membuka kenangan budaya tersebut dengan mewariskannya secara turun-temurun agar tidak punah seiring perkembangan zaman.

Share this article

Tinggalkan Komentar

Formulir Komentar

Berlangganan

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…